Pohon Zaitun

Mengenal Pohon Zaitun

Selain pohon tin, ada tanaman lain yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, yakni Pohon Zaitun. Tentunya, penyebutan itu bukan tanpa alasan. Akhir-akhir ini mulai terungkap rahasia dari manfaat tanaman zaitun bagi kesehatan.

Adapun klasifikasi ilmiah dari Pohon Zaitun, adalah sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Oleaceae
Genus : Olea
Spesies : Olea europaea

pohon zaitun dalam pot

Sejarah Pohon Zaitun

Pohon Zaitun telah lama dikenal dan dibudidayakan manusia. Catatan sejarah mengindikasikan bahwa manusia telah membudidayakan serta memanfaatkan pohon zaitun sejak 3800 tahun sebelum Masehi. Asal muasal pohon ini diperkirakan berasal dari kawasan mediterania. Ada yang menyebut wilayah Syiria dan Palestina. Ada juga yang menemukan jejak keberadaan zaitun di Afrika Timur sejak 500.000 tahun yang lalu. Zaitun juga dibudidayakan di Pulau Kreta sejak 3000 SM dan menjadi sumber kesejahteraan bagi kerajaan Minoan.

Selain Asia, Eropa, dan Afrika, dua benua lainnya tak ketinggalan ikut membudidayakan pohon zaitun. Amerika Serikat dan Australia termasuk 2 negara yang ikut mengembangkan tanaman purba ini. Khusus di Amerika Serikat, California adalah tempat pengembangan zaitun paling maju di negeri ‘Paman Sam’ ini. Budidaya tanaman zaitun di California sudah dimulai sejak tahun 1842. Sebagian pohon zaitun pertama yang ditanam saat itu masih dipertahankan hingga saat ini. Zaitun California merupakan salah satu zaitun dengan kualitas terbaik di dunia hingga saat ini.

Sejak ditemukan, pohon zaitun dikenal sebagai minyak, sumber pangan, obat-obatan, kayu, sampai simbol kebijakan dan perdamaian. Bahkan, pohon ini dianggap oleh masyarakat sebagai pohon suci, sehingga siapapun yang menebang pohon ini akan diasingkan.

Penganugerahan zaitun sebagai pohon suci sepertinya bukan tanpa alasan. 2 bagian pohon, yakni daun dan buah, memberi berbagai manfaat pada kesehatan. Minyak zaitun, yang telah banyak dimanfaatkan dalam proses pengobatan, berasal dari buah zaitun yang tua yang diperas. Sedangkan daun zaitun diambil manfaatnya dalam bentuk segar ataupun sebagai minuman herbal.

Negara-negara di Afrika dan Timur Tengah sudah sangat lazim membudidayakan pohon zaitun. Biasanya pohon ditanam secara massal, dengan jarak 3m x 3m. Sementara, budaya barat juga sangat akrab dengan tanaman yang satu ini.

Zaitun kerap hadir dalam menu makanan sehari-hari orang Barat. Banyak pula industri kosmetika dan makanan kemasan yang memanfaatkan buah atau minyak zaitun. Demikian pula dengan industri herbal. Karena itu, tak mengherankan apabila zaitun memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Pohon zaitun memiliki ciri-ciri diantaranya:

  • Tumbuh sebagai perdu, mempunyai bunga berbentuk lonceng
  • Daun bersifat tunggal yang kedudukannya berhadapan tanpa daun penumpu
  • Berkelamin tunggal atau bunga banci dan buah menumpang
  • Buah berupa buah batu yang bijinya memiliki endosperm

 

Sumber: Buku “Dahsyatnya Tin & Zaitun” penulis dokter Insan Agung, dengan beberapa perubahan
Iklan

Posted on 15 November 2014, in Zaitun and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: