Buah Tin

Dahsyatnya Buah Tin

Kandungan vitamin buah tin tak kalah hebatnya dengan jeruk dan apel. Penelitian yang dilakukan oleh California Figs Nutritional Information menyebutkan bahwa tingginya serat (dietary fiber) yang terkandung pada buah Tin. Setiap 100 gram buah tin yang kering terkandung serat sebanyak 12,2 gram, sedangkan jeruk hanya mengandung 1,9 gram dan apel mengandung 2 gram. Menurut para pakar kesehatan, mengkonsumsi buah Ara rutin dapat mencegah kanker kolon, membersihkan racun di dalam tubuh dan penyakit degenerasi lainnya.

Selain mengandung zat antioksidan -benzaldehyde-, kandungan buah Fig juga mampu mengikat senyawa karsinogen yang merupakan penyebab kanker, buah ini juga mengandung asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk kesehatan, yaitu omega-6 dan omega-3. Buah Tin rendah kalori, rendah lemak, rendah sodium dan non kolestrol sehingga cocok sekali dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Mineral dan vitamin yang bermacam-macam sangat bermanfaat yang terkandung di dalamnya. Setiap 100 gram buah Ara mengandung vitamin C sebanyak 0.68 miligram, vitamin A sebanyak 9.76 IU, zat besi sebanyak 3.07 miligram, dan kalsium sebanyak 133.0 miligram.

Nutrisi yang terkandung dalam buah Ara atau Tin ini bisa menormalkan kembali pernafasan bagi para penderita sesak nafas, mengurangi kolestrol jahat dan dapat menguatkan jantung. Buah Fig yang sekeluarga dengan pohon beringin ini terdiri dari banyak jenis, buahnya ada yang berwarna abu-abu, hijau, kuning maupun hitam.

Buah Tin dalam Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an, tepatnya di surat At-Tin (surat ke-95), Alloh bersumpah, yang artinya:

Demi buah Tin dan buah Zaitun. Demi bukit sinai. Demi negeri yang aman ini (Makkah).”

Terdapat beragam penafsiran mengenai bunyi ayat ini. Imam Ibnu Katsir menafsirkan, digunakannya buah-buah ini untuk sumpah Alloh karena berkaitan dengan tempat tumbuhnya pohon dari buah-buahan tersebut. Ini tak lepas dari bunyi ayat-ayat selanjutnya.

Buah Tin dan buah Zaitun banyak tumbuh di daerah Yerusalem, di mana Nabi Isa ‘Alaihissalam lahir. Ayat selanjutnya menyebut bukit Sinai, di sanalah tempat Nabi Musa AS menerima wahyu dari Alloh. Sedangkan maksud dari “negeri yang aman” yaitu kota Makkah, tempat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam lahir dan diutus. Sehingga, dalam tiga ayat pertama dari surat At-Tin tersebut, Alloh bersumpah dengan hal-hal yang menjadi penanda bagi diturunkannya tiga utusan Alloh, yang ajarannya kemudian disebut sebagai ajaran Nasrani, Yahudi, dan Islam. Walaupun sebenarnya Al-Qur’an telah menegaskan bahwa ajaran dari para nabi tersebut adalah ajaran Islam yang dibawa oleh pendahulu mereka, yakni Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam.

Banyak juga ahli tafsir yang cenderung menafsirkan bahwa pentingnya kedua buah inilah yang menyebabkan keduanya diambil menjadi sumpah. Menurut Mujahid dan Hasan, kedua buah itu diambil sebagai sumpah oleh Alloh agar diperhatikan. Buah Tin adalah buah yang biasa dimakan, sedangkan zaitun adalah buah yang sering diambil minyaknya.

Imam Ibnu Sirin, seorang ahli tafsir mimpi, menjelaskan bahwa apabila seseorang bermimpi tentang buah Tin, maka tafsir dari mimpi tersebut adalah kekayaan dan kemakmuran.

Karena buah Tin tidak terdapat di Kota Hijaz dan Madinah, maka tidak ada hadits dari Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam yang menyebut tentang buah ini. Di dalam kitab Thibbun Nabawi disebutkan riwayat dari Abu Darda Rodhiallohu ‘Anhu, bahwa ia pernah menghadiahkan kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam sepiring buah Tin. Beliau bersabda, yang artinya: “Makanlah”. Maka, Abu Darda ikut memakannya bersama beliau. Kemudian beliau bersabda: “Kalau kukatakan ada buah yang turun dari surga, kupastikan inilah buah itu. Karena buah surga itu tidak berbiji. Makanlah, karena buah ini bisa mengatasi ambeien dan berguna mengatasi penyakit encok.” Tetapi, derajat keshahihan dari hadits tersebut masih diragukan oleh penulis kitab Thibbun Nabawi tersebut.

Buah Tin dalam Sejarah

Asal muasal buah Tin diyakini berasal dari Asia Barat, yang kemudian disebarluaskan melalui jalur lintas Mediterania. Tumbuhan ini sudah dibudidayakan sejak ribuan tahun yang lalu. Sebuah penelitian dari penggalian satu situs Neolithikum yang menemukan sisa-sisa penggunaan buah Tin, menunjukkan bahwa buah Tin sudah digunakan manusia sejak 5.000 tahun sebelum Masehi.

Buah Tin diperkenalkan di Inggris antara tahun 1525 sampai 1548. Buah Tin pertama yang ditanam di Amerika adalah pada tahun 1560, yang dilakukan di Mexico. Kemudian masuk ke Virginia pada tahun 1669 dan mencapai daerah California di tahun 1769.

Pliny The Elder menjelaskan dalam bukunya Natural History (1855), bahwa terdapat 107 observasi yang telah dilakukan pada buah Tin. Salah satu hasil observasinya menyimpulkan bahwa buah Tin bermanfaat untuk mempertahankan kemudaan, menjaga kesehatan, dan mencegah terjadinya keriput.

Daya penyembuhan buah Tin juga termaktub di dalam kitab umat Hindu, Rgveda. Potensi peningkatan daya imunitas tubuh dan kemampuan untuk meringankan gejala penyakit, juga sudah tertulis di konsep Rasayana dalam Yajurveda.

Kitab Thibbun Nabawi karya Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah juga sudah mencatat beragam khasiat dari buah ini, beserta keterangan cara konsumsi dan efek sampingnya. Beberapa keterangan di dalam kitab ini ternyata terbukti secara ilmiah melalui serangkaian riset yang dilakukan dengan menggunakan metode mutakhir.

Buah Tin dalam Pengobatan Tradisional

Sebuah tulisan ilmiah berjudul Ficus carica: an Overview, yang diterbitkan dalam Research Journal of Medicinal Plant tahun 2011, menyebutkan bahwa buah Tin telah lama digunakan sebagai bahan terapi secara tradisional. Di antara khasiat yang diyakini oleh masyarakat tradisional adalah sebagai pencahar (laxative), pengencer dahak (expectorant), diuretic, juga sebagai terapi gangguan liver dan limpa.

Akar pohon Tin juga telah digunakan sebagai terapi untuk mengobati leukoderma dan kurap. Buahnya juga telah lama dipercaya dan digunakan sebagai penurun panas, mengatasi sembelit, sebagai aphrodisiac, dan sangat bermanfaat untuk mengatasi peradangan.

Buah Tin juga diklaim sangat bermanfaat untuk mengatasi gangguan liver, limpa, mengatasi wasir, dan mengatasi asam urat. Daunnya juga telah digunakan secara tradisional sebagai bahan terapi penyakit kuning.

Dalam kitab Thibbun Nabawi, buah Tin digunakan untuk mencuci liver dan limpa, membersihkan dahak yang terbawa ke lambung, serta memberikan suntikan nutrisi yang cukup pada tubuh. Dapat pula dipakai untuk meluruhkan batu ginjal dan batu saluran kemih. Daging buahnya berkhasiat membongkar sumbatan pada liver dan limpa, memperlancar proses buang air kecil, mengobati penyakit batuk yang sudah kronis, serta bermanfaat bagi kesehatan ginjal dan kandung kemih. Hanya saja, dalam kitab tersebut disampaikan bahwa buah ini bisa menimbulkan munculnya kutu kepala, jika dimakan dalam jumlah terlalu banyak.

Getah pohon Tin juga dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat cacing di daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dalam penelitian, diketahui bahwa getah tersebut mengandung fraksi proteolitik yang bernama ficin, yang memiliki aktivitas sebagai obat cacing. Saat ini telah dilakukan penelitian terhadap getah pohon Tin dan efeknya terhadap beberapa jenis cacing. Terbukti latex dari tanaman Tin efektif membasmi cacing jenis Syphacia Obvelata. Namun, dalam percobaan terhadap binatang uji, terdapat efek samping yang sangat berbahaya, yakni diare berdarah. Maka, para ahli belum sepakat untuk menggunakan getah dari pohon buah tin ini untuk terapi anticacing.

Sumber: Buku “Dahsyatnya Tin & Zaitun” penulis dokter Insan Agung, dengan beberapa perubahan
Iklan

Posted on 22 November 2014, in Info Kesehatan, Tin and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: