Minyak Zaitun

Penggunaan Minyak Zaitun Sehari-hari

Minyak zaitun adalah zat lemak yang dihasilkan dari buah zaitun (buah Olea Europaea; famili Oleaceae), pohon tradisional dari lembah sungai Mediterania.

Minyak ini diproduksi dengan cara memeras seluruh buah zaitun.

Minyak ini umumnya digunakan dalam memasak, kosmetik, obat-obatan, dan sabun dan juga sebagai bahan bakar untuk minyak lampu tradisional. Minyak zaitun sudah dimanfaatkan di seluruh dunia dan terutama negara-negara di sekitar Mediterania.

Apakah minyak zaitun Extra Virgin Olive Oil itu?

Extra Virgin Olive Oil atau biasa disebut minyak zaitun perasan pertama adalah minyak zaitun yang didapat dari ekstraksi buah zaitun segar, yang menggunakan proses mekanik tanpa pemanasan dan tanpa penambahan zat aditif, serta tanpa pelarut apapun. Perlu dijadikan catatan penting, bahwa pembuatan extra virgin olive oil ini dilakukan tanpa menggunakan alat pemeras minyak.

Minyak didapat dengan cara membuat buah zaitun menjadi pasta. Kemudian dilakukan proses sentrifugasi (pemutaran dalam kecepatan tinggi). Teknik ini sama sekali tidak menggunakan komponen zat kimia tambahan, sehingga bisa dikatakan murni mekanik.

Apa perbedaan minyak zaitun Extra Virgin Olive Oil dengan label ‘pure’, ‘light’ atau hanya disebut ‘olive oil’?

Extra Virgin Olive Oil diproses dari pasta buah zaitun, lalu diperas tanpa adanya pemanasan ataupun penambahan bahan lain. Minyak ini kaya akan antioksidan serta memiliki kandungan minyak zaitun asli dengan aroma dan rasa yang khas.

Minyak zaitun yang dilabeli dengan sebutan pure atau light atau hanya sebutan olive oil, adalah minyak zaitun yang telah mengalami proses penyulingan dan pemurnian. Dalam prosesnya melibatkan penambahan asam, alkali, pemanasan, dan zat kimia lain. Aroma dan rasanya menjadi berubah, bahkan zat antioksidan bisa hilang. Unsur-unsur penting minyak zaitun juga akan berubah bahkan hilang. Bahkan, pada beberapa proses perlu dilakukan penambahan agar kandungannya utuh.

Bentuk ‘Light Olive Oil’, sesuai namanya, tampak lebih jernih. Orang seringkali terperdaya oleh tampilan luar. Padahal kualitasnya lebih rendah daripada Extra Virgin Olive Oil. Perkataan “light” sendiri diberikan karena kondisi minyak ini tampak lebih jernih dan cerah.

Apakah yang disebut dengan minyak zaitun pomace itu?

Pomace adalah produk minyak zaitun dengan kualitas rendah. Pomace dihasilkan dari limbah bekas pembuatan ekstra virgin olive oil. Ampas bekas perasan ini lalu diberikan zat solvent (pelarut) yang dapat mengisolasi dan mengumpulkan sisa minyak yang masih ada pada ampas tersebut. Hasilnya adalah minyak zaitun yang sangat miskin antioksidan.

Pomace dikeringkan oleh pemanasan dan sisa minyaknya dilarutkan dengan menggunakan heksana pelarut. Pelarut didihkan (dan digunakan kembali) untuk meninggalkan minyak mentah yang disebut minyak pomace. Minyak ini kemudian disempurnakan dengan menggunakan proses yang sama, yang digunakan untuk menghasilkan minyak pure dan light. Hasilnya adalah minyak zaitun yang rendah antioksidan. Positifnya, Pomace ini sangat sulit untuk diurai sehingga tumpukan pomace memiliki potensi untuk mencemari permukaan dan air tanah. Jadi, pengolahan pomace menjadi minyak dapat memiliki beberapa keuntungan bagi lingkungan. Efek negatifnya, proses pemanasan awal memiliki potensi untuk menghasilkan zat-zat karsinogenik yang disebut PAH’s yang tidak benar-benar hilang oleh proses penyulingan.

Apakah minyak zaitun ekstra virgin lebih baik untuk kesehatan?

Kebanyakan minyak zaitun extra virgin secara alami mengandung kadar lemak tak jenuh tunggal yang lebih tinggi dan antioksidan polifenol dan tokoferol. Mereka juga secara alami mengandung sterol tanaman yang dianggap mampu menurunkan kadar kolestrol. Semua atribut ini dicari oleh orang-orang yang sadar kesehatan.

Apakah kadar lemak tak jenuh dalam minyak zaitun cukup tinggi?

Minyak zaitun telah dikenal dengan kadar lemak tak jenuh tunggal yang tinggi dibandingkan dengan hampir semua minyak nabati lainnya. Lemak tak jenuh tunggal disukai oleh orang-orang yang sadar kesehatan fisik. Lemak tak jenuh tunggal ini juga lebih tahan terhadap oksidasi, sehingga lebih awet dalam penyimpanan. Kebetulan, lemak tak jenuh tunggal utama dalam minyak zaitun adalah asam oleat. Extra virgin olive oil mengandung asam oleat antara 65% dan 85%. Sebagai hasil dari pembiakan selektif, beberapa minyak bunga matahari dan kanola juga mengandung kadar asam oleat yang tinggi. Namun, minyak-minyak tersebut tidak memiliki aroma, rasa, atau antioksidan yang menyehatkan. Minyak zaitun EV adalah minyak tak jenuh tunggal yang membuat selera makanan menjadi lebih baik.

Apakah warna dapat menunjukkan kualitas minyak zaitun?

Bukan kualitasnya, tetapi warna minyak dapat memberitahu Anda hal-hal lain. Warna minyak zaitun berkaitan dengan jumlah klorofil yang dikandungnya. Zaitun yang dipetik di awal musim cenderung membuat minyak berwarna hijau, karena mengandung tingkat klorofil yang lebih tinggi. Zaitun yang dipanen di akhir musim biasanya akan menghasilkan minyak berwarna emas lebih banyak, karena tingkat zat alami -karoten- lebih tinggi. Secara teknis, kedua minyak memiliki kualitas setara tetapi sangat berbeda dalam gaya. Yang banyak terjadi, minyak berwarna hijau akan berubah warna keemasan ketika disimpan. Jadi, jangan terlalu fokus pada tampilan warna. Jika Anda membeli minyak yang kelihatan hijau, pastikan bahwa minyak itu disimpan dalam botol gelap di tempat yang gelap. Hal-hal yang membuatnya tampak hijau (klorofil) akan membuat minyak menjadi lebih cepat tengik, jika diletakkan di tempat yang terpapar cahaya.

Apakah warna botol berpengaruh terhadap kualitas minyak zaitun?

Cahaya adalah musuh minyak zaitun karena merupakan salah satu faktor yang menyebabkannya cepat tengik. Anda harus selalu membeli minyak zaitun yang disimpan dalam kaca buram dan gelap. Beberapa produsen mengemas minyak dalam botol bening. Hal ini terutama untuk menarik pembeli. Padahal, menyimpan minyak zaitun dalam botol yang bening akan mengurangi kualitas.

Dimana baiknya menyimpan minyak zaitun ekstra virgin?

Sebuah prinsip yang umum berlaku disini bahwa cahaya dan panas adalah musuh bagi minyak zaitun. Dengan demikian, minyak zaitun harus disimpan di tempat yang gelap dan dingin. Tempat terburuk untuk menyimpan minyak zaitun adalah di atas lemari es atau di samping oven, karena mereka dapat menjadi panas. Bahkan, yang lebih buruk adalah meletakkannya di samping jendela yang langsung terkena sinar matahari. Minyak zaitun akan cepat menjadi tengik jika disimpan dalam lingkungan yang hangat. Paparan cahaya juga mempercepat hilangnya efek vitamin E.

Apakah penyimpanan dalam kulkas dapat merusak minyak zaitun?

Justru sebaliknya, pendinginan adalah cara yang sangat efektif untuk memperpanjang masa simpan minyak. Aroma dan rasa dari minyak tidak akan terpengaruh dengan cara apapun oleh pendinginan. Tempat yang gelap dan dingin adalah tempat terbaik untuk menyimpan minyak zaitun. Apalagi, jika anda sering menggunakan sejumlah kecil minyak zaitun selama jangka waktu yang panjang. Karena, ada beberapa penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa pencairan minyak yang dilakukan sedikit demi sedikit, akan mengurangi umur simpan mereka.

Apakah penyimpanan yang lama mengurangi kualitas minyak zaitun?

Minyak zaitun terbaik dikonsumsi pada saat aroma, rasa, dan kandungan antioksidannya paling tinggi. Semakin lama, kandungan antioksidan dan polifenolnya akan berkurang. Namun, kadar antioksidan dan lemak tak jenuh tunggal tertinggi umumnya ditemukan dalam minyak zaitun extra virgin. Ini menunjukkan bahwa minyak zaitun ekstra virgin umumnya memiliki kesegaran lebih lama dibandingkan minyak nabati lainnya.

Apakah minyak zaitun dapat digunakan untuk menggoreng?

Minyak zaitun ekstra virgin bisa digunakan untuk menggoreng, namun mengingat kandungan antioksidan dan lemak tak jenuhnya yang tinggi, hal tersebut justru merugikan. Jika akan menggunakan minyak zaitun untuk menggoreng, gunakan jenis minyak zaitun ‘pure’ atau ‘light’ karena biayanya lebih murah. Sedangkan minyak zaitun ekstra virgin sebaiknya digunakan dan dikonsumsi tanpa pemanasan.

Tabel Kandungan Nutrisi Minyak Zaitun per 100 gram (3.5 oz)

Energy 3.701 kJ (885 kcal)
Carbohydrates 0 g
Fat
Saturated
Monounsaturated
Polyunsaturated
Omega-3 fat
Omega-6 fat
100 g
14 g
73 g
11 g
< 1.5 g
3.5 – 21 g
Protein 0 g
Vitamin E 14 mg (93%)
Vitamin K 62 µg (59%)
100 g olive oil is 109 ml
Percentages are relative to us recommendations for adults

Keterangan:
Setiap 100 gram minyak zaitun sama dengan 109 ml
Kadar pemakaian pada orang dewasa bersifat relatif. Artinya, tergantung dari masing-masing individu.

Tabel Perbandingan Asam Lemak Berbagai Minyak

fatty acids table

Perbandingan Komposisi Ditunjukkan oleh Warna dalam Prosentase

Dengan penjelasan umum tentang minyak zaitun ini, kita bisa lebih memahami dan mengoptimalkan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: Buku “Dahsyatnya Tin & Zaitun” penulis dokter Insan Agung, dengan beberapa perubahan
Iklan

Posted on 29 November 2014, in Info Kesehatan, Zaitun and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: